Cara Mengatasi Shin Splint pada Pelari: Penyebab, Gejala, dan Solusi Efektif
Shin splint pada pelari dapat menyebabkan nyeri tulang kering dan menurunkan performa. Pelajari penyebab, gejala, cara mengatasi, dan tips mencegah shin splint secara efektif.
Putra Rengki Hendro Susanto
5/14/20262 min read


Cara Mengatasi Shin Splint pada Pelari: Penyebab, Gejala, dan Solusi Efektif
Shin splint merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami pelari, terutama pemula atau atlet yang meningkatkan intensitas latihan terlalu cepat. Nyeri pada tulang kering ini sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan dapat mengganggu performa bahkan berkembang menjadi cedera yang lebih serius.
Banyak pelari mengalami shin splint akibat kombinasi overtraining, teknik lari yang kurang tepat, dan recovery yang buruk. Karena itu, penting memahami cara mengatasi shin splint dengan benar agar proses pemulihan lebih cepat dan tubuh dapat kembali berlari secara optimal.
Apa Itu Shin Splint?
Shin splint adalah kondisi nyeri pada bagian tulang kering atau tibia akibat stres berulang pada otot, tendon, dan jaringan di sekitar tulang tersebut.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS). Cedera ini umum terjadi pada:
Pelari
Atlet sprint
Peserta tes fisik TNI/POLRI
Pemain sepak bola
Atlet basket
Orang yang sering melakukan lompatan atau lari intensitas tinggi
Gejala Shin Splint
Beberapa tanda shin splint yang sering muncul antara lain:
1. Nyeri pada Tulang Kering
Rasa sakit muncul di bagian depan atau sisi dalam tulang kering.
2. Nyeri Saat Berlari
Rasa sakit biasanya memburuk ketika latihan lari atau sprint.
3. Kaki Terasa Kaku
Otot betis dan area shin terasa tegang setelah aktivitas.
4. Nyeri Saat Ditekan
Bagian tulang kering terasa sakit ketika disentuh.
5. Performa Lari Menurun
Langkah menjadi tidak nyaman sehingga kecepatan dan endurance berkurang.
Penyebab Shin Splint pada Pelari
Overtraining
Peningkatan volume atau intensitas latihan terlalu cepat menjadi penyebab utama shin splint.
Teknik Lari yang Buruk
Pola landing kaki yang salah dapat meningkatkan tekanan pada tulang kering.
Sepatu Tidak Sesuai
Sepatu lari yang sudah aus atau tidak memiliki support yang baik dapat memperbesar risiko cedera.
Kurang Recovery
Tubuh yang tidak mendapatkan waktu pemulihan cukup akan lebih mudah mengalami inflamasi.
Otot Kaki Lemah
Kelemahan pada otot betis, ankle, dan stabilizer kaki membuat beban kerja pada tulang meningkat.
Permukaan Latihan Terlalu Keras
Lari di aspal atau beton terus-menerus dapat meningkatkan stres pada kaki.
Cara Mengatasi Shin Splint
1. Istirahat dari Aktivitas Berat
Kurangi aktivitas lari sementara untuk memberi waktu pemulihan pada jaringan yang mengalami stres.
2. Kompres Es
Tempelkan es selama 15–20 menit pada area nyeri untuk membantu mengurangi inflamasi.
3. Lakukan Stretching dan Mobility
Fokus pada:
Calf stretch
Ankle mobility
Hamstring stretch
Foam rolling betis
Stretching membantu mengurangi ketegangan otot di sekitar tulang kering.
4. Perkuat Otot Kaki
Latihan strengthening dapat membantu mengurangi beban pada shin.
Contoh latihan:
Calf raise
Tibialis raise
Single-leg balance
Resistance band ankle exercise
5. Gunakan Sepatu yang Tepat
Pilih sepatu lari dengan cushioning dan support yang sesuai dengan bentuk kaki dan gaya lari.
6. Kurangi Intensitas Latihan
Jangan langsung kembali ke latihan berat setelah nyeri berkurang. Tingkatkan volume latihan secara bertahap.
Latihan yang Sebaiknya Dihindari Saat Shin Splint
Ketika mengalami shin splint, hindari:
Sprint intensitas tinggi
Plyometric berlebihan
Lari jarak jauh
Lompat-lompatan
Latihan di permukaan keras
Fokus sementara pada latihan low impact seperti:
Sepeda statis
Renang
Walking ringan
Mobility training
Cara Mencegah Shin Splint
Agar shin splint tidak mudah kambuh, lakukan beberapa langkah berikut:
Gunakan Program Latihan Bertahap
Hindari peningkatan mileage atau intensitas secara mendadak.
Perbaiki Teknik Lari
Landing dan postur lari yang baik membantu mengurangi tekanan pada kaki.
Recovery yang Optimal
Tidur cukup dan recovery aktif sangat penting untuk pemulihan jaringan.
Rutin Strength Training
Otot kaki yang kuat membantu menyerap tekanan saat berlari.
Variasikan Permukaan Latihan
Jangan selalu berlari di permukaan keras.
Kapan Harus ke Profesional?
Segera konsultasi ke fisioterapis atau tenaga medis jika:
Nyeri semakin parah
Bengkak muncul
Sulit berjalan
Nyeri tidak membaik setelah istirahat
Rasa sakit terasa tajam pada satu titik
Hal ini penting untuk memastikan cedera tidak berkembang menjadi stress fracture.
Kesimpulan
Shin splint adalah cedera umum pada pelari yang disebabkan oleh tekanan berulang pada tulang kering akibat overtraining, teknik lari yang buruk, atau recovery yang kurang optimal. Penanganan yang tepat seperti istirahat, stretching, strengthening, dan pengaturan latihan dapat membantu mempercepat pemulihan.
Bagi atlet, pelari, maupun peserta seleksi TNI-POLRI, menjaga kualitas latihan dan recovery sangat penting agar performa meningkat tanpa risiko cedera berkepanjangan.
© 2026 ReForm Sport and Performance. Seluruh hak cipta dilindungi
Hubungi Kami
Telpon
+62 857-5855-8683
putrarengki23@gmail.com
Kantor
Jakarta Barat, Indonesia
